Pertanyaan Menjebak Interview Kerja, Tenang dan Jangan Keliru!

Pemahaman

Interview Kerja atau Wawancara kerja adalah salah satu proses para calon pekerja dilakukan sebuah tes dengan diajukan beberapa pertanyaan oleh seorang HRD atau Personalia di Perusahaan tersebut dan tak jarang ada pertanyaan menjebak dan akan saya berikan tips interview kerja sekaligus.

HRD adalah singkatan dari Human Resource Departement. Dalam Bahasa Indonesia, HRD lebih dikenal dengan istilah Departemen Sumber Daya Manusia (SDM). Secara umum, pekerjaan HRD adalah mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan karyawan, mulai dari proses rekruitmen, pengembangan, evaluasi, konsultasi, administrasi, hingga PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Dalam sebuah interview kerja atau wawancara kerja akan ada banyak pertanyaan – pertanyaan yang diajukan ke calon pekerja. Tak jarang pertanyaan tersebut yang menjebak dan membuat para calon pekerja kebingungan atau kesulitan adalam menjawab pertanyaan interview tersebut.

Pastikan anda tetap fokus, teliti dan jawab dengan cepat, singkat, jelas dan padat (tidak bertele-tele). Jika anda tidak tepat dalam menjawab pertanyaan saat interview maka dapat mengakibatkan tidak diterimanya anda di perusahaan tersebut dan kehilangan pekerjaan idaman anda.

Pewawancara akan berusaha menyelipkan jenis pertanyaan ini untuk tujuan tertentu, misalnya pertanyaan tentang kepribadian anda, tentang perusahaan tempat anda melamar dan pertanyaan menjebak yang membuat anda kesulitan untuk menjawab.

Pastikan anda selalu tenang dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan dan pikirkan apa yang ingin anda katakan pada saat menjawab pertanyaan wawancara kerja. Namun, tidak semua orang dapat mengontrol diri dan bersikap tenang menghadapi wawancara kerja.

Maka anda harus perhatikan dan simak tips interview kerja atau tips wawancara kerja yang kali ini akan saya bahas.

Contoh Pertanyaan Interview Menjebak

Jika dirasa persiapan anda sudah matang untuk menghadapi interview kerja atau wawancara kerja, Anda perlu mengetahui seperti apa pertanyaan menjebak yang biasa diajukan saat Interview kerja.

Simak, berikut adalah pertanyaan menjebak yang sering di ajukan dan jawabannya! .

Ceritakan tentang diri Anda dalam 3 kata

Pertanyaan jenis ini ditujukan untuk mengetahui karakter Anda. Waktu wawancara yang singkat tidak bisa Anda habiskan untuk menceritakan diri Anda panjang lebar.

Dengan 3 kata yang mendeskripsikan diri Anda, pewawancara telah memiliki bayangan siapa diri Anda dan bagaimana Anda menilai diri sendiri.

Pilihlah 3 kata yang menjadi unggulan Anda dan berhubungan dengan pekerjaan yang sedang Anda lamar. Jika Anda melamar diposisi produksi, sebutkan karakter yang berhubungan dengan pekerjaan seperti target, cepat, ringkas ataupun sebagainya. Silahkan anda sebutkan 3 kata yang berkataitan dengan posisi yang anda ingin tempati.

Selain karakter yang berhubungan dengan pekerjaan, Anda perlu menyebutkan karakter positif lainnya yang memang Anda miliki, misalnya jujur, pekerja keras, antusias, berdedikasi tinggi dan lain sebagainya.

Anda perlu menggambarkan diri Anda dengan contoh-contoh yang konkret, jelas, dan tidak bertele-tele.

Apa kelemahan terbesar Anda?

Pertanyaan ini salah satu contoh pertanyaan wawancara atau interview kerja yang kadang menjebak. Pertanyaan ini menyimpulkan bahwa seberapa dalam anda dapat mengenali diri anda sendiri.

Jangan pernah mengatakan, “Saya tidak memiliki kelemahan.” Sebaliknya, Anda bisa mencoba tes kepribadian online untuk mengetahui kelemahan Anda. Jangan lupa untuk menyertakan solusinya.

Diskusikan hasil profil Anda (dari penilaian kepribadian) dengan pewawancara kerja. Dalam jawaban Anda, jelaskan bagaimana Anda berupaya meningkatkan diri berdasarkan pribadi tersebut.

Pendekatan ini juga berlaku untuk pertanyaan tentang kekuatan Anda, memberi Anda kesempatan untuk mengeluarkan apa yang ada di dalam diri sebenarnya tanpa terdengar seperti seorang pembual.

Saran saya, jika anda mendapatkan pertanyaan ini maka anda juga dapat berikan solusi dikelemahan anda juga. sebagai contoh : “Saya tidak dapat berhitung dengan cepat namun saya akan coba belajar berhitung terus menerus” atau “Saya terkadang pelupa, namun terkadang saya catat apa yang perlu diingat agar tidak terlupa”.

Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan Kami?

Pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui seberapa besar keinginan Anda berkontribusi pada perusahaan dan sejauh mana Anda mengetahui perusahaan yang Anda lamar.

Hindari menjawab karena ingin gaji tinggi, karena tidak nyaman di tempat kerja yang dulu, atasan yang keras dan bersikap semena-mena, serta masalah lainnya yang Anda hadapi di perusahaan sebelumnya.

Tentu saja ada alasan melamar pekerjaan dan alasan positif lainnya yang mendorong Anda untuk mengirimkan surat lamaran dan CV ke perusahaan tersebut.

Jawablah dengan jujur bahwa Anda memiliki sikap yang positif dalam bekerja baik bersama team maupun bekerja sendiri, dapat dihandalkan, memberikan kontribusi yang positif untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.

Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?

Pertanyaan ini bermaksud untuk membuktikan apakah anda cocok bekerja di perusaahan tersebut atau tidak atau seperti pertanyaan “kontribusi apa saja yang ingin anda berikan ke perusahaan ini?”.

Jangan pernah membandingkan diri Anda dengan kandidat lain. Fokus pada kekuatan Anda dan bagaimana Anda bisa membawa tim menjadi lebih kuat dan lebih baik.

Bicaralah tentang bagaimana kontribusi Anda, bagaimana serasinya tujuan pribadi Anda dengan organisasi dan bagaimana keterampilan dan atribut pribadi cocok dengan profil pekerjaan dan dinamika tim.

Hal ini juga bisa jadi kesempatan bagus untuk menilai kepribadian Anda. Katakan “Pengalaman saya selama 10 tahun menjadi staf akan membantu mempermudah pekerjaan karena saya sudah tahu apa yang akan saya lakukan.”

Hal apa yang paling membanggakan dalam karier Anda?

Saat pewawancara memberikan Anda pertanyaan ini, mereka ingin mengetahui apa yang Anda benar-benar minati dan perasaan positif Anda terhadap pekerjaan.

Mendeskripsikan tentang proyek yang Anda banggakan menunjukkan bagaimana Anda menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Sebagai contoh pengalaman kerja yang anda memiliki yaitu seperti dahulu anda mendapati atasan atau client luar negeri, jika anda dapat berbahasa inggris maka anda dapat sampaikan saja jika anda dapat berbahasa inggris pasif atau aktif sesuai kemampuan.

Jika anda dapat berbahasa inggris secara aktif maka anda harus siap jika sewaktu – waktu hrd mengajukan pertanyaan pada saat interview bahasa inggris.

Namun, Anda harus perhatikan bahwa tidak semua proyek membanggakan harus diceritakan. Pilihlah hal membanggakan yang berhubungan dengan pekerjaan yang sedang Anda lamar.

Tunjukkan bahwa keterampilan terbaik Anda dapat pula menjadi kontribusi yang baik untuk perusahaan saat Anda menjadi karyawan.

Apa hal yang dibenci dari atasan Anda?

Pertanyaan menjebak selanjutnya berkaitan dengan atasan atau bos anda di tempat anda dahulu bekerja.

Pertama, tidak ada atasan yang sempurna, pasti ada hal yang tidak disukai. Kedua, jangan pernah menghina atasan Anda sebelumnya jika Anda tidak mau menghancurkan kesempatan karier saat ini.

Jawaban yang baik harus kritis (namun adil), bisa tentang bagaimana atasan membuat pekerjaan sedikit lebih menantang dan bagaimana Anda berusaha menemukan solusi.

Sebagai contoh, “Ada sedikit perbedaan opini antara kami tentang sistem absensi kantor, tapi kami memutuskan untuk menggunakan sistem fingerprint agar seluruh kehadiran tercatat dan selalu mengeceknya seminggu sekali.”

Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami?

Karena ingin diterima, pelamar sering kali memberikan jawaban yang tergesa-gesa dan kurang realistis, misalnya satu hari atau satu minggu. Hal ini akan membuat Anda terlihat kurang smart dalam menentukan sebuah target. Jawaban yang realistik adalah kuncinya.

Beritahukan pewawancara bahwa Anda akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama, dan Anda membutuhkan beberapa bulan, sampai 6 bulan untuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya.

Baca Ini Juga : Ciri Modus Penipuan Lowongan Kerja! Simak dan Jangan Mudah Tertipu 

Berapa gaji yang Anda inginkan?

Anda harus mengenal baik kemampuan anda dan seberapa baik anda dapat bekerja dalam perusahaan.

Jangan mendasarkan ekspektasi gaji pada apa yang menurut Anda layak. Jangan mengira-ngira bahwa Rp 7 juta adalah gaji yang pas untuk Anda, misalnya. Gunakan fakta di internet dan portal informasi lainnya.

Alih-alih mencoba “memberi harga” pada diri Anda, carilah gaji pekerjaan yang sebanding. Anda bisa memanfaatkan data dari panduan gaji perusahaan rekrutmen atau situs web seperti Glassdoor.

Selalu jawab pertanyaan dengan data, contohnya: “Berdasarkan penelitian saya, posisi yang sebanding dengan kandidat dengan latar belakang yang serupa bergaji Rp 4 hingga Rp 6 juta. Saya ingin dibayar di antara angka itu.”

Jika anda ragu maka anda dapat menjawab dengan “Saya ingin digaji sesuai UMR (Upah Minimum Regional) diperusahaan ini sesuai posisi yang saya tempati.

Jenis bos atau partner kerja seperti apa yang paling buruk dan paling sukses bekerja sama dengan Anda?

Dari jawaban yang Anda berikan untuk pertanyaan ini, pewawancara akan mengetahui apakah Anda memiliki konflik dengan bos atau rekan kerja di perusahaan sebelumnya.

Jika Anda bercerita kejelekan mantan bos atau rekan kerja, Anda sedang terperangkap dan mudah sekali bagi manajer yang merekrut Anda memberi penilaian yang kurang baik.

Contoh jawaban untuk pertanyaan ini agar tidak menjebak Anda adalah “Saya pikir saya dapat bekerja sama dengan siapa saja dengan personality yang berbeda. Karakter mereka bukanlah masalah bagi saya. Beberapa kerja sama yang paling sukses saya lakukan saat kami berkomunikasi dengan baik dan merencanakan bersama serta merealisasikan apa yang kami rencanakan.”

Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan sebelumnya?

Pertanyaan jenis ini diberikan oleh pewawancara karena mereka ingin tahu track record Anda di pekerjaan sebelumnya.

Tentu ada alasan yang melatarbelakangi mengapa Anda mengajukan surat resign di sebuah perusahaan dan mencari pekerjaan baru. Namun yang perlu diperhatikan, Anda sebaiknya tidak menyebutkan konflik pribadi.

Jangan berfokus pada masalah yang membuat Anda mengundurkan diri, tetapi jawablah dengan alasan bahwa Anda ingin mencari posisi yang lebih baik dan sesuai dengan keterampilan Anda.

Tunjukkan bahwa Anda memiliki keinginan yang besar untuk lebih berkembang di perusahaan yang sedang Anda lamar.

Apakah Anda pernah berpikir untuk menjadi seorang Enterpreneur?

Karyawan sering kali tergoda untuk menjadi seorang enterpreneur dengan membuka bisnis sampingan. Hal ini terkadang menjadi ancaman bagi perusahaan karena karyawan tidak akan fokus dengan pekerjaannya.

Di sisi lain, ada juga perusahaan yang mengasah keterampilan enterpreneurship karyawan agar dapat menjalankan lini bisnis di perusahaan tersebut.

Jika Anda memang memiliki keinginan dan pernah membuka usaha, katakanlah terus terang, namun jangan menggebu-gebu. Bisa jadi perusahaan yang Anda lamar tidak mencari karyawan yang memiliki keterampilan berbisnis.

Katakan bahwa Anda pernah memikirkannya namun enterpreneur tidak cocok untuk Anda. Jelaskan bahwa bekerja di perusahaan dan menjadi bagian dari tim lebih sesuai untuk Anda.

Selain itu, Anda lebih menikmati bekerja spesifik di suatu bidang (posisi yang Anda lamar) daripada mengurus hal-hal bersifat umum dan operasional sebagai seorang enterpreneur.

Apa itu sukses menurut Anda?

Pertanyaan ini dapat menjebak Anda karena definisi sukses sangat subyektif yang dapat berarti kesuksesan yang Anda inginkan di masa mendatang.

Namun, jangan sampai Anda menjawab dengan mengutarakan rencana Anda untuk meraih kesuksesan di masa mendatang dengan mencari pekerjaan yang lebih baik.

Anda harus memberikan gambaran yang tidak terlalu jauh ke depan karena sukses bisa jadi keberhasilan dalam melakukan hal-hal kecil.

Mencapai target kecil yang Anda rencanakan dalam satu minggu atau satu bulan bisa pula menjadi indikator sukses. Akan sangat baik jika Anda menggunakan contoh sukses yang berhubungan dengan posisi yang sedang Anda lamar.

Apa yang akan Anda lakukan seandainya Anda memenangkan undian berhadiah 1 milyar esok?

Jika Anda menganggap ini sebagai pertanyaan di luar topik yang tidak perlu Anda tanggapi secara serius, Anda keliru.

Dari pertanyaan ini, pewawancara akan mengetahui apakah Anda tetap akan bekerja saat Anda tidak membutuhkan uang dan bagaimana Anda mengatur keuangan Anda.

Orang yang mewawancarai Anda ingin mendengar bahwa Anda akan tetap bekerja karena Anda menikmati pekerjaan tersebut. Selain itu, jawaban yang mereka inginkan adalah Anda dapat mengatur keuangan Anda dengan baik.

Jika Anda tidak bertanggung jawab dan menghabiskan uang Anda begitu saja, mereka akan berpikir bahwa Anda akan melakukan hal yang sama pada uang perusahaan.

Penutup

Cukup sekian contoh pertanyaan menjebak pada saat interview kerja. Semoga bermanfaat bagi yang membaca. Jika ada pertanyaan menjebak lain atau pengalaman tentang pertanyaan menjebak silahkan kita dapat sharing dikolom komentar dibawah.

Post Enthusiast

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *