Gunung Guntur 2.249 Mdpl dan Estimasi Biaya Pendakian

Gunung Guntur

Gunung Guntur adalah sebuah gunung berapi bertipe stratovolcano yang terdapat di Sirnajaya, Tarogong KalerKabupaten GarutJawa Barat, dan Puncak Gunung Guntur memiliki ketinggian 2.249 meter dpl. Gunung ini kerap dijadikan destinasi untuk mendaki oleh kalangan para pendaki gunung di Indonesia.

Gunung Guntur cukup terkenal dikalangan pendaki gunung, sebab ada kesan tersendiri di jalur menuju puncak gunung guntur. Jalur didominasi oleh bebatuan kerikil dan pasir, yang sering disebut oleh pendaki gunung adalah “Miniatur Semeru”.

Gunung Guntur adalah salah satu Gunung di Garut dan Jawa Barat. Gunung ini setahu saya memiliki dua jalur untuk mendaki, yaitu jalur Cikahuripan dan jalur Citiis.

Pemikiran Awal

Saya akan ceritakan pengalaman saya pada saat mendaki Gunung Guntur sekaligus memberikan tips dan estimasi biaya yang dikeluarkan pada saat pendakian gunung saya kali ini.

Saya dan teman-teman memutuskan untuk mendaki Gunung Guntur melalui jalur Citiis. Sedikit bercerita, sebenarnya ini pendakian perdana saya setelah dua tahun lamanya tidak mendaki, dikarenakan ada hal yang lebih penting untuk di perjuangkan dan alasan tertentu pastinya.

Dengan niat mendaki gunung untuk sekedar refreshing dan merindu alam, saya sudah rencanakan pendakian Guntur ini sejak awal tahun 2018. Dengan berbekal izin cuti dari kantor, saya dapat melakukan pendakian ini sesuai rencana bersama teman-teman saya.

Dalam pendakian gunung ini saya bersama kedua orang teman saya yaitu Refi dan Raka. Pendakian saya ke Gunung Guntur dilakukan pada tanggal 9 November 2018 dari Bekasi.

Sebelumnya kami sempat ragu untuk menaiki gunung guntur dikarenakan terdengar kabar burung maraknya isu pencurian barang di tenda. Setelah saya dan teman-teman bermusyarah, kita sepakat untuk mendaki Gunung Guntur Garut dan berfikir positif.

Awal Keberangkatan

Di awal keberangkatan, saya dan teman- teman memilih untuk berangkat menggunakan kendaraan bus Prima Jasa dari Terminal Bekasi, namun dikarenakan kami datang terlambat, kamipun batal menggunakan bus untuk keberangkatan kami ke Gunung Guntur karena keberangkatan bus terakhir dijadwalkan pukul 19.00 wib.

Sebagai alternatif lain, kami memilih berangkat menggunakan sebuah truk pengantar sayur. Kami harus menunggu sedikit lebih malam untuk keberangkatan, pada pukul 00.00 wib.

Keberangkatan kali ini saya dan teman-teman, mencarter sebuah truk pengantar sayur yang berlokasi di dekat pasar induk cibitung, lebih tepatnya disamping pom bensin. Kami dipatok harga Rp. 25.000,- per-orang nya.

Sekilas mengingatkan saya dengan pendakian saya waktu itu ke Gunung Papandayan dengan keberangkatan menggunakan truk pengantar sayur seperti ini. Sejenak jadi merindukan jalur pendakian gunung papandayan dikala itu.

Truk pengantar sayur yang saya gunakan untuk keberangkatan.

Ditengah Perjalanan

Di dalam bak truk ternyata kami tidak hanya bertiga saja, kami juga bertemu para pendaki gunung lainnya dengan tujuan yang sama, sekitar ada tujuh pendaki gunung lagi selain kami.

Kehangatan canda tawa atau hanya sekedar saling kenal dan apa kami lakukan, sudah menjadi ciri khas indentik nya para pendaki gunung walaupun pada awalnya tidak saling kenal.

Benar saja, keberangkatan kami Bekasi ke Garut dimulai dari pukul 00.00 wib. Jika kalian berharap dapat tidur nyenyak atau nyaman di dalam bak truk ini, maka kalian salah dan saya lebih rekomendasikan menaiki bus saja.

Singkat cerita, Kami sampai disebuah pom bensin bernama pom bensin tanjung garut. Kami lebih memilih turun di pom bensin tanjung daripada Terminal garut dikarenakan lebih dekat dari basecamp pendakian.

Sesampainya kami disana, baru saja turun melangkah dari truk, hawa dingin langsung menerpa sekujur tubuh kami. Saya pun merasakan dingin bukan main, mungkin dikarenakan angin malam perjalanan di sebuah truk yang terbuka lewat dan ditambah lagi saya menggunakan celana pendek.

Kami sampai pom bensin tanjung pukul 03.00 wib. Sesampai nya kami disana, kami langsung diserbu oleh para supir angkot dan mobil bak untuk menggunakan jasa nya mengantarkan kami dari pom bensin tanjung ke basecamp pendakian gunung guntur.

Agak sedikit memaksa dari perilaku para supir ini. Para supir ini mematok kami menggunakan jasanya sebesar Rp. 20.000,- per-orang. Kami menolak dikarenakan kami sudah tahu bahwa jika dari pom bensin tanjung ke basecamp pendakian hanya berjalan kaki sekitar 20 menit.

Sempat terjadi palak-memalak, namun kami memutuskan untuk memberikan uang sebesar Rp. 10.000,- sekedar “uang rokok” untuk nya.

Digelapnya Perjalanan

Di awal kami berjalan menuju basecamp pendakian gunung guntur, kami disuguhkan oleh suasana desa dan perkebunan warga yang sejuk, gelap sekaligus sunyi. Tak sedikit hewan anjing kampung yang kami temui, karena mungkin hewan anjing disana adalah hewa peliharaan para warga.

Hampir tersesatnya kami dikarenakan ada dua jalur berbeda di akhir perjalanan menuju basecamp pendakian. Singkat cerita, kami sampai di basecamp Bu Tuti dan berpisah dengan teman-teman pendaki gunung yang berangkat bersama kami tadi dari bekasi, hanya menyisakan Saya, refi, raka, dan aldy (salah satu solo pendaki yang berkenalan di truk).

Basecamp pendakian gunung guntur ini ternyata ada dua, yang pertama adalah basecamp Bu Tuti dan setelah itu ada basecamp lagi jika terus berjalan dari basecamp Bu Tuti.

Alasan kami memilih basecamp yang satu lagi, dikarenakan basecamp tersebut lebih dominan dan sering digunakan oleh pendaki gunung untuk melepas lelah, sarapan dan mengurus simaksi untuk pendakian Gunung Guntur di pagi harinya.

Setelah melepas lelah, sarapan dan shalat subuh, kami memutuskan mengurus simaksi pendakian dan berangkat pukul 06.50 wib pagi.

Inilah kami, Setelah mengurus data simaksi dan memberikan uang seikhlasnya pada petugas basecamp, kami memutuskan untuk mulai pendakian ini.

Pendakian Gunung Guntur Garut

Pada awal pendakian, kami baru berjalan sekitar satu menit lalu kami bertemu warga. Warga tersebut mengecek kelengkapan data simaksi kami dan kami diharuskan membeli sebuah botol air mineral, kami pun membeli satu buah botol air mineral sebesar Rp. 5.000,- , setelah itu kami melanjutkan perjalanan.

Baca Ini Juga : Ciri Modus Penipuan Lowongan Kerja! Simak dan Jangan Mudah Tertipu 

Menuju Pos 1

Pemandangan jalur menuju pos satu dipenuhi perkebunan warga, tebing-tebing berbatu dan perpohon seperti pohon pinus. Jalur menuju post satu lebih dominan berbatuan seperti kerikil di jalurnya.

Setelah melewati jalur berbatuan kerikil maka akan masuk ke jalur tanah biasa dan dikelilingi bunga-bunga cantik seperti di foto. Jalur menuju pos satu ini dominan menanjak namun menurut saya masih aman dan belum terlalu sulit dilalui.

Pos 1

Sesampainya kami di pos satu, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak dan melepas dahaga. Di pos satu terdapat warung dan pos pendataan yang mengharuskan kami mendataan ulang dan mendapat asuransi.

Jika dijumlahkan untuk total biaya pendataan ulang sekitar Rp. 35.000,- . Setelah beristirahat dan pendataan ulang, kami memutuskan untuk melanjutkan pendakian.

Menuju Pos 2

Perjalanan dari pos satu ke pos dua ini dipenuhi hutan lebat dan tanjakan yang cukup curam. Setelah berjalan kaki sekitar 15 menit kami bertemu seperti curug dan sungai kecil.

Langkah kaki kami pun lebih berhati-hati mengingat licin nya batu pada sungai tersebut dan dikhawatirkan terjatuh pada saat melangkah melewati sungai kecil tersebut.

Selesai melewati sebuah sungi kecil, kaki kita akan di manjakan oleh tanjakan-tanjakan curam batu-batu yang cukup besar dan menguras tenaga kami. Jalurnya menanjak curam hingga dapat menyebabkan dengkul bertemu dengan wajah dan sebelah kanan dan kiri jalur adalah perpohonan layaknya di hutan dan jurang.

Pos 2

Sesampainya kami di pos dua, kami memutuskan untuk beristirahat kembali sekalian membuat secangkir kopi. Di pos dua ini terdapat sebuah curug yang cukup besar dan kita dapat memanfaatkan airnya untuk mandi atau pun untuk nambahkan persediaan air untuk ke pos tiga namun sayang , saya tidak sempat mendokumentasikan curug tersebut.

Menuju Pos 3

Perjalanan menuju pos tiga perpohonan sudah mulai jarang, dapat terlihat sabana puncak gunung dari sini dan jalurnya cukup menanjak namun tidak se-nanjak perjalanan dari pos 1 ke pos 2.

Jika sudah terlihat sebuah bendera di atas maka akan menandakan pos tiga sesaat lagi akan sampai.

Pos 3

Akhirnya kami sampai di pos tiga pada pukul 09.30 wib. Di pos 3 kita harus menyerahkan data identitas diri berupa Ktp atau pun SIM untuk pendataan para pendaki gunung.

Pos 3 terdapat fasilitas yang cukup lengkap, berupa WC umum, Mushola, Tempat cuci alat masak, penjual pernak-pernik aksesoris dan penyewaan alat mendaki gunung. Pada saat itu saya menyewa sebuah Sleeping Bag dan di kenakan biaya sebesar Rp. 10.000,- per-malam nya.

Indahnya pemandangan pos tiga, membuat kami betah disini dan jika malam datang, akan terlihat gemerlap nya lampu di kota Garut.

Kami memutuskan untuk makan siang setelah membangun tenda dan beres-beres untuk mengisi tenaga yang sudah cukup terkuras.

Bermalam di Pos 3

Di malam hari kami habiskan waktu untuk mengobrol, bercanda tawa dan meminum secangkir kopi dengan santai menikmati indah dan dinginnya malam di pos 3. Sebelum kami tertidur ternyata di dalam tenda dipenuhi oleh hewan laron dan terpaksa kami untuk mengusirnya pergi keluar tenda.

Kami tertidur pulas dengan hujan yang membahasi tenda kami dan sekalian kami mengingat sebuah tekad kami untuk bangun pada pukul 03.00 wib untuk menuju puncak gunung guntur.

Menuju Puncak Gunung Guntur

Kami pun terbangun di seperempat pagi itu, tidak sadar jarum panjang dan pendek jam menunjukan pukul 03.30 wib. Kami pun bersiap-siap dan bergegas ke tempat penitipan tas di pos tiga. Kami menitipkan tas gunung dan barang berharga yang ada ditenda karena memang menurut petugas di pos tiga, masih maraknya pencurian barang didalam tenda.

Mentari pun masih malu, kami pun memutuskan mulai pendakian ke puncak gunung pada pukul 04.00 wib pagi dan sebelumnya kami menghangatkan badan dengan meminum secangkir kopi hangat dan sarapan mie instan.

Jika dari semua trek pada jalur gunung guntur, jalur menuju puncaklah yang sangat berat dan membuat nafas terenah-engah. Jalur menuju puncak gunung dipenuhi batu-batu kerikil yang sangat banyak dan menyulitkan langkah kami ke puncak gunung.

Memang tidak salah jika Gunung guntur dijuluki oleh pendaki gunung sebagai “Miniatur Semeru” karena jalurnya yang sangat khas, seperti naik satu langkah namun turun dua langkah, di jalur ini kami kesulitan untuk mengatur nafas.

Dilihat dari kejauhan, tepat diatas kami banyak lampu-lampu senter pendaki gunung lain, seakan-akan kita berlomba agar cepat ke puncak gunung. Jalurnya sulit dan tidak ada bonus atau tempat landai sama sekali. Jika turun pun segan, karena naik ataupun turun akan merasakan sakit yang sama.

Mentari pun mulai muncul, sinar cahaya dari ufuk timur mulai tidak malu dan seakan menyemangati kami untuk terus berjalan sampai ke puncak gunung.

Tidak tahu apa yang harus dipikirkan, namun yang ada dipikirkan adalah terus naik sampai puncak walaupun dengan perlahan.

Puncak Gunung Guntur.

Dengan penuh kesabaran, semangat dan kerja keras, akhirnya kami sampai di Puncak Gunung Guntur pada pukul 06.30 wib. Penantian yang tidak sia-sia dan kami pun beristirahat sebentar dipuncak.

Sesudah beristirahat kami memutuskan untuk mendokumentasikan momen kami dengan sebuah foto. Gunung Guntur memiliki empat puncak gunung dan saat ini kami sampai di puncak satu.

Niat hati ingin melanjutkan berfoto di puncak dua gunung guntur agar terlihat pemandangan gunung cikuray garut atau pun berfoto siluet gunung seperti foto pendaki siluet gunung biasanya.

Pada saat ingin melanjutkan ke puncak dua, tiba-tiba kabut tebal turun dan memaksa kami untuk turun ke pos tiga, padahal saya penasaran sekali ingin melihat gunung tertinggi di jawa barat yaitu Gunung Ciremai. Kami pun turun ke pos tiga dan mengurungkan niat kami.

Hanya rasa bersyukur yang dapat kami ucapkan pada saat sampai di puncak gunung guntur. Kami pun melangkah turun ke pos tiga namun jalurnya dipenuhi batu kerikil dan licin. Hingga pada saat kecerobohan saya yang mencoba lari pada saat turun gunung, saya terjatuh dan terus merosot kebawah, untungnya saya tidak apa-apa dan selamat.

Insiden ini membuat celana dibagian dengkul saya tersobek. Maka bagi kalian pastikan untuk berhati-hati pada saat turun gunung, dimanapun itu dan siapkan alat-alat safety meminimalisir kecelakaan yang terjadi di gunung.

Setelah sampai pos tiga kami langsung bersiap-siap dan bergegas turun ke basecampe pendakian dan tidak lupa membawa sampah kami.

Sampai di Basecamp Pendakian

Singkat cerita kami sampai di basecamp pendakian, sesampainya kami di basecamp, kami istirahat sejenak, makan siang dan packing untuk siap-siap pulang menuju bekasi.

Selesai packing kami memutuskan untuk pulang ke bekasi menggunakan bus dari Terminal Garut. Kami berangkat ke terminal garut menggunakan jasa ojek lokal dan dipatok harga sebesar Rp. 25.000,- per-orang.

Sesampainya kami di terminal garut pukul 16.00 wib, kami langsung masuk ke sebuah bus bertujuan Garut-Bekasi secepatnya, karena pada saat ini hujan pun deras dan turun dengan cepat. Tarif bus nya sebesar Rp. 35.000,- (non ac).

Pada pagi hari pukul 02.30 wib kami sampai bekasi dan bergegas pulang kerumah masing-masing. Sungguh pengalaman dan pendakian gunung yang sangat berkesan setelah sekian lama tidak mendaki gunung kembali.

Estimasi Biaya Pendakian Gunung Guntur

  • Bus Prima Jasa Bekasi – Garut : Rp. 45.000,- (Jika ingin naik bus)
  • Truk Pasar Bekasi – Garut : Rp. 25.000,-
  • Logistik Kelompok : Rp. 100.000,-
  • Sarapan Pagi : Rp. 15.000,-
  • Simaksi : Rp. 15.000,- (Seikhlasnya)
  • Air Mineral dari Warga : Rp. 5.000,- (satu botol)
  • Pendataan ulang dan Asuransi : Rp. 35.000,-
  • Sewa Sleeping Bag : Rp. 10.000,- (satu malam)
  • Makan siang dibasecamp : Rp. 15.000,-
  • Jasa Ojek Basecamp ke Terminal Garut : Rp. 25.000,-
  • Bus Non AC Garut – Bekasi : Rp.35.000,-

Total : Rp. 300.000 – Rp. 400.000.

Dengan uang Maksimal Rp.400.000 kalian sudah dapat menikmati dan bersantai ria di Gunung Guntur Garut. Estimasi biaya tidak lah tetap dan tidak dapat dijadikan patokan, tergantung setiap orang, harga dan kebutuhan.

Penutup

Terima kasih yang sudah membaca untuk cerita perjalanan dan estimasi biaya pendakian Gunung Guntur Garut dari saya, silahkan bisa tanyakan atau berkomentar dikolom bawah agar kita dapat saling berdiskusi.

Hebat ataupun seburuk-buruknya pendakian yang kamu lalui, jangan ada sedikitpun dibenak pikiranmu untuk melupakannya. -Kennaz Julian

Terima kasih.

Post Enthusiast

2 thoughts on “Gunung Guntur 2.249 Mdpl dan Estimasi Biaya Pendakian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Makhluk Penyerupa Temanku

Sen Feb 18 , 2019
Hellooo Gaiss !! , Di cerita ini kita bakal agak serius sedikit karena kali ini gua bakal ceritain pengalaman Horror atau kalo bahasa kekiniannya mah “Paranormal Experience” gitu deh 😀 . Cerita ini berlatar belakang sekitar tahun 2010 bedasarkan cerita real pribadi gua pada saat baru lulus SD dan mulai […]

Baca Ini Juga :